BONE, KLIKWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Bone, melalui Dinas Ketenagakerjaan, menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Ketahanan Pangan. Hal ini sebagai langkah strategis dalam upaya memperkuat ketahanan pangan serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten menghadapi pembangunan industri hijau dan hilirisasi komoditas pertanian.
Kegiatan ini berlangsung di Baruga Latea Riduni, Kompleks Rujab Bupati, Jl Petta Ponggawae, Kota Watampone. Kamis, (30/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni perwakilan Perangkat Daerah, BPJS Ketenagakerjaan, Lembaga Pelatihan Kerja, dan NGO yang selama ini berperan dalam pemberdayaan tenaga kerja dan pembangunan ekonomi lokal.
Dalam sambutan panitia pelaksana, Kabid Pembinaan Kompetensi dan Pengembangan Tenaga Kerja, Ir. Andi Hendra Setiawan, S.Pt., M.Si., IPM, menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada pilar pembangunan yang menekankan penguatan ketahanan pangan nasional, hilirisasi sumber daya alam, dan peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia.
"Sosialisasi ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bone yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Melalui, pendekatan tersebut, Bone berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
“Kegiatan ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga membentuk mindset baru tentang pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” lanjutnya lagi.
Menurutnya, pembangunan ketahanan pangan berbasis kompetensi tenaga kerja akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekonomi hijau yang tangguh dan berkeadilan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, Andi Muchlis, S.STP., MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan langkah konkret mempersiapkan SDM Bone menghadapi arah pembangunan nasional ke depan.
"Sosialisasi ini sebagai bagian dari upaya membangun tenaga kerja Bone tidak hanya siap kerja,
kompeten, tetapi juga berkarakter dan adaptif terhadap perubahan industri dan siap bersaing di era industri hijau serta hilirisasi komoditas pertanian," tegasnya.
Andi Muchlis juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung dan memperluas akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat kemitraan antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Hasanuddin, yakni Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU., ASEAN Eng. dari Puslitbang Sentro LPPM Unhas dan Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. dari Lembaga Sertifikasi Profesi Unhas. Keduanya membahas arah kebijakan ketenagakerjaan nasional, mekanisme sertifikasi kompetensi, serta strategi pengembangan SDM sektor ketahanan pangan berbasis ekonomi hijau.
Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk menjadikan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai gerakan kolektif. Semangat ini menjadi cerminan komitmen bersama dalam mewujudkan Bone yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan visi Pemerintah Daerah menuju Bone Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan. (*/rls)


