-->

Didaulat Sebagai Kepala Bidang Aspirasi DPP HKTI. Wakil Ketua DPRD Sulsel, YM Tegaskan Komitmen Perjuangkan Petani serta Nelayan


JAKARTA, KLIKWARTA.ID — Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang juga Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, resmi mengukuhkan jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI periode 2025–2030, dalam rapat pleno di Jakarta, pada Jumat, (03/05/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud didaulat sebagai Kepala Bidang Aspirasi Dewan Pengurus Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum Raffi Farid Ahmad (Raffi Ahmad) yang juga merupakan Staf khusus Presiden bidang Pekerja Seni dan Pembinaan Generasi Muda.

Pengukuhan ini menandai dimulainya masa bakti baru kepengurusan HKTI yang berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Dengan penuh rasa syukur, saya selaku Ketua Umum HKTI masa bakti 2025–2030 menyatakan bahwa kepengurusan ini resmi dikukuhkan,” ucap Sudaryono dalam sambutannya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus agar menjalankan amanah dengan tanggung jawab dan semangat kebersamaan.

“Kepada para pengurus yang dipercaya, saya mengucapkan selamat bertugas dan selamat menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh, dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan,” pesan Sudaryono.

Sudaryono juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bersatu memperjuangkan nasib petani.

“Mari kita satukan langkah dan tekad demi kemakmuran petani Indonesia dan kesejahteraan rakyat,” ajaknya.

Sementara itu, Yasir Machmud menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi petani serta nelayan.

“Himpunan Kerukunan Tani Indonesia adalah wadah untuk membantu petani agar bisa berdaya dan mendapatkan dampak positif yang nyata. Bidang Aspirasi sejalan dengan tugas kami sebagai wakil rakyat, sehingga terbuka ruang pengabdian bagi masyarakat dalam menyuarakan aspirasi petani dan nelayan,” ucap Politisi Gerindra ini.

Kepengurusan DPN HKTI periode 2025–2030 ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperkuat posisi petani Indonesia di tengah tantangan global dan memperjuangkan kesejahteraan petani di seluruh tanah air. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini