-->

Dengan Semangat Gotong-Royong. Wabup Bone Apresiasi Langkah Desa Bacu Sebagai Contoh Nyata Kemajuan Literasi di Kabupaten Bone

BONE, KLIKWARTA.ID — Salah satu di Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, kini menjadi sorotan nasional. Perpustakaan Mandiri Desa Bacu masuk tiga besar Apresiasi Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tingkat Nasional 2025.


Tim visitasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI, Dra. Hj. Nani Suryani, M.Si, melakukan kunjungan ke lokasi yang disambut hangat oleh Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M dengan didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Andi Musafir bersama Masyarakat setempat, Selasa, (07/10/2025).

Perpustakaan Mandiri Desa Bacu tampil unik dan memikat. Bangunannya berupa rumah panggung tradisional berpadu dengan taman ketahanan pangan. Dua gazebo terbuka di halaman menjadikan suasana semakin asri dan nyaman untuk membaca.

Konsepnya sederhana, tetapi menyatukan budaya lokal dengan semangat literasi. Tak heran jika tempat ini bukan hanya jadi ruang baca, tapi juga titik kumpul warga untuk berdiskusi dan belajar bersama.


Dalam laporan Kepala Desa Bacu, menyampaikan bahwa pembangunan perpustakaan ini tidak hanya mengandalkan kreativitas warga, tetapi juga dukungan dana desa.

"Kami mengalokasikan Rp177 juta pada tahun 2023, termasuk 50 juta khusus untuk pengembangan fasilitas dan buku. Bagi kami, perpustakaan bukan sekedar tempat menyimpan buku, tapi sarana pendidikan dan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Ia juga menyampaikan terimakasih atas kunjungan tim nasional dan kehadiran Wakil Bupati Bone.

"Kami akan terbuka dan transparan. Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab kami," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi langkah Desa Bacu sebagai contoh nyata kemajuan literasi di Kabupaten Bone.

"Desa Bacu membuktikan bahwa literasi bisa tumbuh kuat di Desa. Dengan Kekompakan dan Sinergi antara Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Kabupaten. Mereka membangun fasilitas yang bukan hanya fisik, tapi juga menghidupkan budaya baca dan belajar," ujarnya.

Menurut, Andi Akmal, pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama kemajuan daerah.

"Saya pernah sepuluh tahun di DPR RI dan tahu betul bagaimana negara memberi perhatian besar terhadap literasi. Kami mendorong agar setiap kabupaten punya perpustakaan terintegrasi. Ini bagian dari komitmen membangun bangsa lewat budaya membaca," lanjutnya lagi.

Dengan nada santai, Wabup Bone juga sempat berbagi cerita bahwa ia baru pertama kali datang ke Desa Bacu secara langsung.

"Sebelumnya saya cuma lihat di Tiktok. Kadang beda antara video dan kenyataan, tapi ternyata di sini sama indahnya dengan di video," ujarnya disambut tawa hadirin.

Terpisah, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Perpusnas RI, Dra. Hj. Nani Suryani, M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap upaya Desa Bacu yang berhasil mengelola perpustakaan secara inklusif dan partisipatif.

"Ini luar biasa. Perpustakaan Desa Bacu bukan hanya bangunan, tapi hasil perjuangan dan kreativitas masyarakat. Pengelolaannya melibatkan warga secara aktif, bahkan memanfaatkan produk lokal dalam kegiatan literasi," ucapnya.

Nani menegaskan bahwa Perpusnas terus berkomitmen memperluas program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial hingga tahun 2029. "Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi pusat pemberdayaan masyarakat. Dan, Desa Bacu sudah membuktikannya," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Desa Bacu kini masuk tiga besar nasional bersama dua desa lain dari provinsi berbeda.

"Nanti tanggal 25 Oktober 2025, akan ada presentasi lanjutan di Jakarta untuk menentukan juara nasional," pungkasnya. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini