-->

511 Wisudawan Politani Pangkep Ditantang Berikan Inovasi di Bidang Teknologi Pertanian. Direktur Harap Mampu Jadi Agen Perubahan


MAKASSAR, KLIKWARTA.ID -- Sebanyak 511 lulusan baru. Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep, resmi dikukuhkan di hadapan orang tua dalam prosesi wisuda yang digelar di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin, (22/9/2025).

"Lulusan Polipangkep 2024/2025 sebanyak 511 orang," kata Direktur Politani Pangkep, Prof Mauli Kasmi.

Adapun, Lulusan berasal dari jenjang Diploma III (Ahli Madya), Diploma IV (Sarjana Terapan), dan Magister Terapan (S2). Rata-rata IPK lulusan Diploma III sebesar 3,69. Diploma IV 3,68, dan Magister Terapan 3,96.

Prof Mauli mengingatkan wisudawan akan kembali ke tengah masyarakat dan menghadapi dinamika kehidupan.

Ia berharap lulusan mampu menjadi agen perubahan. "Sebagai alumni telah dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan hidup memadai," harap Prof Mauli.

Direktur Politani Pangkep juga menyebut lulusan Politani ini memiliki peran strategis. Pemerintah era Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada sektor pertanian. Target kemandirian dan swasembada pangan menjadi bukti keseriusan pemerintah. Lulusan Politani Pangkep ditantang memberi inovasi di bidang teknologi pertanian. 

"Wisudawan kita memiliki tanggung jawab strategis, sebab ketahanan pangan merupakan pondasi kedaulatan bangsa," jelasnya.

Saat ini, Politani Pangkep memiliki 9.239 alumni yang tersebar di masyarakat."Jadilah ilmuwan terapan yang tidak hanya berpikir, tapi bisa berkontribusi nyata," lanjutnya lagi.

Prof Mauli menyebut lulusan telah dibekali kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, komunikasi, kerja sama, serta mencipta dan mengembangkan teknologi. 

"Bekal tersebut diharapkan bisa diimplementasikan di masyarakat," harapnya lagi.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Wisudawan menerima ijazah di hadapan orang tua. 

Salah satu orang tua wisudawan, Muchtar, mengaku bangga anaknya bisa menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ia mengapresiasi dosen dan pengajar yang telah membagikan ilmu selama kuliah.

"Ini tidaklah mudah. Mereka lalui dengan perjuangan. Selain belajar keras, juga kerja praktik lapangan yang melelahkan," ucap Muchtar.

Ia bercerita anaknya, Nur Maula, sempat diragukan bisa kuliah karena keterbatasan biaya.

Sebagai petani, Muchtar sempat ragu mampu membiayai pendidikan anaknya. "Alhamdulillah kami membuahkan hasil hari ini," ucapnya lagi.

Setiap wisudawan dikukuhkan satu per satu di hadapan Direktur dan jajaran guru besar. Kini, ratusan lulusan siap mengabdi di tengah masyarakat. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini