BONE, KLIKWARTA.ID — Nahi Hashim Fathi Aboalela, Mahasiswa Asing asal Sudan yang tengah menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. Patut dibanggakan atas prestasi yang diraihnya. Pasalnya, ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia.
Ajang SCCA International Arabic Moot merupakan kompetisi peradilan semu (moot court) yang diselenggarakan dalam menggunakan bahasa Arab sebagai pengantar yang digelar secara daring melalui platform zoom.
Kompetisi tersebut melibatkan mahasiswa hukum dari berbagai universitas terkemuka di negara-negara Arab dan Non-Arab.
Fokus utama kompetisi ini adalah arbitrase dagang internasional (commercial arbitration), sebuah mekanisme penyelesaian sengketa yang semakin penting dalam era globalisasi ekonomi saat ini.
Partisipasi Nahi dalam kompetisi menjadi bukti nyata dedikasi IAIN Bone dalam mendorong kapasitas mahasiswanya, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kegiatan SCCA International Arabic Moot bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami arbitrase internasional
2. Mengembangkan keterampilan berargumentasi hukum secara profesional dalam bahasa Arab
3. Memperkenalkan standar internasional dalam penyelesaian sengketa dagang.
Dengan berkompetisi di ajang ini, Nahi membawa nama baik Indonesia sekaligus IAIN Bone sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap dinamika hukum dan arbitrase global.
Keterlibatan mahasiswa Asing IAIN Bone asal Sudan ini disambut baik dan penuh suka cita oleh jajaran pimpinan kampus.
Wakil Rektor III IAIN Bone, Prof. Dr. Sarifa Suhra, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat internasionalisasi yang ditunjukkan oleh mahasiswa asing tersebut.
"Ini adalah capaian luar biasa. Partisipasi Nahi bukan hanya membanggakan secara akademik, tapi juga mencerminkan kesungguhan IAIN Bone dalam mencetak insan akademik berdaya saing global,” ucap Prof. Sarifa dalam keterangannya kepada klikwarta.id, Rabu, (06/08/2025).
Lebih lanjut dikatakan, Prof. Sarifa bahwa pencapaian ini juga tak lepas dari peran strategis International Office (IO) IAIN Bone yang dikomandoi oleh Dr. Qudratullah, S.Sos., M.Sos. Dan, juga arahan serta bimbingan langsung dari Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. Syahabuddin, M.Ag. IO IAIN Bone terus mendorong sinergi dan kolaborasi internasional demi membuka jalan prestasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa secara global.
"Partisipasi Nahi Hashim Fathi Aboalela menjadi simbol kuat bahwa IAIN Bone semakin mantap menapaki jalan internasionalisasi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya, sekaligus memperkuat eksistensi IAIN Bone di ranah akademik global, khususnya dalam bidang hukum dan penyelesaian sengketa berbasis syariah dan internasional," lanjutnya.
Dengan langkah ini, IAIN Bone tak hanya membuktikan diri sebagai pusat pendidikan Islam unggulan di Sulawesi Selatan, tetapi juga sebagai rumah bagi talenta internasional yang siap bersaing dan berkontribusi untuk peradaban dunia. (*/rls)
