-->

Detik-Detik Upacara Peringatan HUT RI ke-80, Bupati Bone Ingatkan Ini Bukan Sekadar Seremoni, Tetapi Refleksi Menghargai Perjuangan Para Pahlawan Semangat Kerja Nyata

BONE, KLIKWARTA.ID — Pemerintah Kabupaten Bone menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Watampone, Minggu (17/8/2025). 

Upacara ini berlangsung khidmat menjadi saksi sejarah pengibaran Sang Merah Putih dengan prosesi upacara yang sarat makna dengan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Dalam kesempatan tersebut kegiatan ini berlangsung tertib dan lancar dengan peran sejumlah figur penting diantaranya sebagai Komandan Upacara dipercayakan kepada Danramil 1407/05 Ulaweng, Kapt. Arh. Muhammad Amin, putra Bone kelahiran 1 Januari 1975, lulusan Secapa Reguler 2009, yang kini menjabat Danramil 1407-05/Ulaweng. 

Sementara Perwira Upacara adalah Lettu Inf. Akhyar Budiman, S.SiKom, lahir di Makassar 29 Januari 1982, lulusan Secapa Reguler 2017, yang kini menjabat Pasi Ops Kodim 1407/Bone

Dan, Teks Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan oleh Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, SH, dan pembacaan UUD 1945 dilakukan oleh Kepala SMPN 5 Lamuru, Andi Muh. Isra, S.Pd.Gr.  Doa pun dipanjatkan penuh khidmat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Dr. H. Abd. Rafik.

Sejumlah pejabat hadir di panggung kehormatan, di antaranya Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M, Ketua TP PKK Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Ketua TP PKK Hj. Maya Damayanti,  unsur Forkopimda, Ketua DPRD Bone, Dandim 1407 Bone, Kapolres Bone, Pj Sekda Bone, para kepala OPD, serta pimpinan dan anggota DPRD Bone.

Bupati Bone mengingatkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi juga refleksi untuk menghargai perjuangan para pahlawan.

“Semangat kemerdekaan ini diisi dengan kontribusi apa yang menjadi cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan bangsa yang sejahtera,” ucapnya usai menjadi Irup di Lapangan Merdeka Watampone.

Ia juga menekankan bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang diperoleh melalui pengorbanan nyawa, darah, dan pikiran para pejuang. Karena itu, generasi penerus wajib mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

“Negara ini merupakan karunia Tuhan bagi rakyat. Perjuangan nyawa, darah, dan pikiran para pahlawan terdahulu harus kita lanjutkan dengan refleksi diri, memberikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, gotong royong, dan persatuan," tegasnya 

Bupati Bone mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa. "Bangsa ini besar karena persatuan. Semangat gotong royong harus kita jaga. Mari bergandeng tangan menyukseskan pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat,” ajaknya.

Ia juga menekankan bahwa peringatan kemerdekaan yang dirayakan hingga ke pelosok nusantara adalah bukti kesadaran kolektif bangsa untuk menghargai sejarah, sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.

Momen paling dinanti adalah prosesi pengibaran bendera. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone 2025 tampil penuh disiplin. 

Komandan Pasukan Pengibar adalah Ehan Winanda, siswa SMAN 15 Bone, kelahiran Taccipi, 5 Maret 2009. Ia memimpin pasukan dengan penuh percaya diri.

Di sisi lain, Komandan Pasukan 8 diemban oleh Muhammad Adelio Ataya Narendra, siswa SMAN 25 Bone, kelahiran Bone, 17 Juni 2009.

Sang Merah Putih dibawa menuju tiang oleh Sri Mulyani, siswi SMAN 12 Bone asal Juli, kelahiran 19 April 2009. Bendera dibentangkan gagah oleh Reza Putra Ernida, siswa SMAN 13 Bone kelahiran 18 Februari 2009, sementara Dimas Marcel Aditya, santri Pondok Pesantren MA Al-Ikhlas Ujung Bone, mendapat amanah sebagai penggerek bendera.

Upacara berlangsung khidmat dengan partisipasi barisan TNI/Polri, ASN, Satpol PP, PMK, ASN Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pelajar, serta berbagai organisasi masyarakat. Ratusan undangan dari jajaran pemerintah dan masyarakat turut menyaksikan jalannya peringatan.





Sang Merah Putih pun berkibar megah di langit Watampone, menjadi simbol perjuangan, persatuan, dan harapan menuju Indonesia yang semakin maju. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini