BONE, KLIKWARTA.ID — Di bawah komando Bupati Bone Dr. H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.— yang dikenal dengan jargon “BerAmal”—Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan langkah nyata membangun infrastruktur berkeadilan
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, meninjau langsung progres pengerjaan ruas Jalan Perintis di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Rabu (6/8/2025) sore.
Hal ini tak menyurutkan langkah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, tampak serius meninjau satu per satu pekerjaan rehabilitasi jalan di ruas Jalan Andi Malla Arung Manajeng.
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati didampingi Pj Sekda Bone Andi Saharuddin, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) H. Askar, ST., M.Si, serta sejumlah pejabat lingkup Pemkab Bone.
Bupati turun langsung ke lokasi. Sidak ini bukan sekadar formalitas. Ia menginspeksi dengan teliti, bahkan menggunakan meteran untuk mengukur ketebalan dan lebar beton.
“Kami memantau progres perbaikan jalan. Semua tim hadir, mulai dari pekerja hingga pengawas, untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, jangan hanya bicara di atas kertas. Kita harus pastikan kualitas dan volume pekerjaan sesuai perencanaan,” tegasnya.
Bupati Bone juga memeriksa secara detail kualitas material yang digunakan, seperti batu, pasir, galian, dan volume drainase jalan.
Andi Asman menegaskan material harus sesuai rekomendasi pemerintah daerah berdasarkan uji laboratorium.
"Kami meminta kualitas material yang digunakan betul-betul rekomendasi pemerintah daerah dengan uji lab yang sudah kita lakukan seperti penggunaan pasir halus dari Mare, batunya dari pecahan gunung terbaik dari Patimpeng," tegasnya lagi.
Di lokasi, terlihat pekerja dari PT. Amal Laponindo tengah menyelesaikan pengecoran beton penyangga jalan. Bupati tak ragu menguji kekuatan beton dari titik awal hingga titik akhir sepanjang sekitar 1 kilometer. Setiap detail tak luput dari perhatiannya, mulai dari ketebalan lapisan aspal hingga tinggi beton penyangga. Bahkan ia menunjukkan salah satu titik di mana beton penyangga yang bisa menghambat akses kendaraan warga ke lorong rumah mereka.
“Hal kecil seperti ini bisa jadi masalah besar kalau kita abaikan. Kita membangun infrastruktur bukan untuk menyusahkan masyarakat, tapi untuk mempermudah hidup mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Barebbo ini menginstruksikan agar pelaksana proyek juga bertanggung jawab terhadap akses warga. Ia menolak segala bentuk pekerjaan setengah jadi yang menyulitkan masyarakat dan menegaskan.
“Kalau belum sesuai, jangan cairkan anggaran. Pastikan ada pemeliharaan setelah pekerjaan selesai,” lanjutnya.
Sidak ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkab Bone dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar, melonjak jauh dari tahun sebelumnya yang hanya Rp6,5 miliar. Lonjakan ini merupakan hasil dari efisiensi belanja daerah yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Bone.
“Alokasi anggaran ini adalah bentuk nyata perhatian kita terhadap pembangunan jalan. Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadis BMCKTR Bone, H. Askar, mengungkapkan anggaran sebesar Rp 13,5 miliar digunakan untuk membangun dua jalur dengan lebar 12 meter dan panjang 1,3 kilometer.
Sekedar diketahui, pemerintahan Bupati Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin (Beramal) berkomitmen meningkatkan infrastruktur jalan di Bone.
Pada APBD 2025, terdapat 11 ruas jalan yang tengah dikerjakan oleh BMCKTR, di antaranya:
Ruas Toro–Panyula (Kec. Tanete Riattang Timur)
Jalan Sungai Brantas (Kec. Tanete Riattang Timur)
Ruas Lampoko–Wollangi (Kec. Barebbo–Palakka)
Jalan Perintis (Kec. Tanete Riattang Barat)
Ruas IKK Kajuara (Kec. Kajuara)
Ruas Selli–Coppo Bulu (Kec. Bengo)
Ruas Cinnongnge–Patirongnge (Kec. Libureng–Ponre)
Ruas Cani–Sirenreng–Baruttunge–Siame (Kec. Palakka–Ulaweng)
Ruas Wellulang–Ulo (Kec. Amali–Tellu Siattinge)
Jalan Andi Malla Arung Manajeng (Kec. Tanete Riattang)
Ruas Bukaka–Cempalagi (Kec. Tanete Riattang)
Keberpihakan Bupati pada pembangunan infrastruktur bukan hanya terlihat dari komitmen anggaran, tapi juga dari keberaniannya menginspeksi langsung setiap detail pekerjaan. Ia ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan pendekatan yang tegas namun berpihak pada rakyat, H. Andi Asman Sulaiman membuktikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan di meja rapat, tapi tentang hadir di tengah masyarakat – memastikan jalan yang dibangun tidak hanya rata, tetapi juga bermanfaat. (*/rls)




