BONE, KLIKWARTA.ID — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S. Sos., MM, menghadiri acara penarikan mahasiswa magang Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu Interprofesional Education-Interprofesional Collaboration (IPE-IPC) Poltekkes Kemenkes Makassar yang digelar di Gedung PKK Bone, Kompleks Kantor Bupati Bone, Jl.Jend Ahmad Yani, Sabtu (30/8/2025).
Kehadiran Bupati Andi Asman menjadi penegasan betapa pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan kesehatan dan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Kegiatan ini mengusung tema "Pencegahan Stunting dan Penguatan Kesehatan Ibu, Bayi, dan Anak (KIBA) dalam mewujudkan Bone yang Sejahtera". Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta perwakilan dari Poltekkes Kemenkes Makassar.
Selain itu hadir pula Plt Kepala Dinas Kesehatan Bone, drg. Yusuf Tolo, M. Kes bersama Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam, S. STP., M. Si.
Dalam sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar, Dr. Drs. Rusli, Apt., Sp., FRS, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu empat tahun, Tim PKL Poltekkes Makassar telah mengirim mahasiswa PKL melaksanakan lima kali kegiatan di Bone. Total yang dikunjungi 372 desa telah tanpa ada satu pun desa yang tertinggal. Ia menekankan kontribusi mahasiswa dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bone.
“Kunjungan kami yang kelima ini selama sebulan mencakup 10 kecamatan dan 70 desa dengan total 1.134 kepala keluarga. Rata-rata kasus stunting mencapai 65 persen, dengan 35 persen di antaranya merupakan prioritas,” jelasnya.
Rusli juga menyoroti masih rendahnya perilaku hidup bersih, terutama kebiasaan merokok di kalangan masyarakat. Ia berharap intervensi dilakukan melalui pemberian gizi. Keinginan program intervensi gizi bisa diperpanjang melalui kerja sama berkelanjutan dengan Pemkab Bone dengan adanya pelatihan serta kerja sama,"
"Selama sebulan pelaksanaan PKL. Intervensi dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pemberian makanan tambahan, vitamin A, imunisasi, serta skrining kesehatan yang mencakup kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan hemoglobin (HB). Dari hasil skrining menunjukkan bahwa kadar gula darah menjadi masalah tertinggi di masyarakat, disusul oleh kolesterol, asam urat, dan HB," lanjutnya.
"Sejak kunjungan pertama pada 2021, angka stunting di Bone berada di angka 31 persen. Empat tahun berselang, angka tersebut menurun menjadi 26 persen pada 2025. Bagi pemerintah daerah, capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja keras bersama untuk menciptakan generasi Bone yang lebih sehat," sambungnya lagi.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Poltekkes Makassar dalam program penanggulangan stunting di Kabupaten Bone.
“Kami sangat bangga dengan program magang ini. Luar biasa telah memberi manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam menekan angka stunting di Bone,” pujinya.
Mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini juga menyampaikan harapan agar kerja sama akan terus ditingkatkan melalui program pendampingan gizi di masa mendatang.
Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap keberlanjutan program pencegahan stunting. (*/rls)





