-->

Arahan Bupati Bone Jelang Pelaksanaan Verifikasi Lanjutan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Pusat


BONE, KLIKWARTA.ID — Bupati Bone H.Andi Asman Sulaiman, S.Sos,M.M didampingi Wakil Bupati Dr.H.Andi Akmal Pasluddin, S.P,M.M, mengikuti pelaksanaan verifikasi lanjutan penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Pusat Tahun 2025, melalui Platform Zoom, yang diselenggarakan di Baruga Lateya Riduni, Kompleks Rujab Bupati Bone, Jl Petta Ponggawae, Rabu, (06/08/2025).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Asisten 3 Setda Bone, beberapa Kepala OPD, Camat dan Tamu Undangan Lainnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bone kian serius memantapkan langkah menuju predikat Kabupaten/Kota Sehat 2025. Salah satu fokus utama dalam verifikasi nasional adalah penerapan tatanan ke-6 dari sembilan tatanan yaitu Pariwisata Sehat, yang jadi sorotan penting dalam menciptakan lingkungan wisata yang ideal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, menyampaikan arahan langsung kepada jajaran dinas terkait dalam sesi pengarahan menjelang pelaksanaan verifikasi.

“Pariwisata bukan sekadar pemandangan indah, tapi harus menjadi penggerak kesejahteraan rakyat dan lingkungan yang sehat. Kita ingin ciptakan ruang wisata yang nyaman, aman, dan membanggakan,” tegas Bupati Bone.

Secara lebih luas, tatanan pariwisata sehat sebagai salah satu dari sembilan tatanan dalam penilaian Kabupaten Sehat memiliki indikator-indikator spesifik, seperti:

1. Lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman Meliputi standar baku mutu kesehatan lingkungan, kebersihan fasilitas umum (toilet, tempat sampah), dan bebas dari vektor penyakit (lalat, nyamuk).

2. Ketersediaan fasilitas pendukung, adanya fasilitas sanitasi yang memadai, area parkir yang teratur, serta sarana tanggap darurat dan fasilitas kesehatan di lokasi wisata.

3. Pengelolaan sampah mandiri Objek wisata didorong untuk memiliki upaya pengelolaan sampah secara mandiri.

4. Keamanan dan kenyamanan, Terjaminnya rasa aman bagi pengunjung serta pelayanan yang ramah.

Menanggapi arahan Bupati Bone terkait Tatanan ke-6 Pariwisata Sehat, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone, H. Barham, S.T., M.M, memastikan jajarannya siap berkontribusi maksimal dan berkomitmen untuk menerjemahkan arahan tersebut menjadi aksi nyata.

“Puang Asman adalah pemimpin yang memperhatikan detail dalam setiap urusan, arahan beliau jadi panduan strategis bagi kami untuk membentuk wajah pariwisata Bone yang berdaya saing, sehat, dan inklusif,” ucapnya dalam keterangannya kepada Klikwarta.id.

Mantan Kadis Kominfo Bone ini menambahkan melihat arahan Bupati sebagai panduan strategis dalam memajukan sektor pariwisata Bone, yang tidak hanya berfokus pada daya tarik, tetapi juga pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

“Puang Asman adalah tipikal Bupati yang sangat memperhatikan detail dalam setiap urusan” tambahnya lagi.

Sekedar diketahui empat kebijakan utama yang diusung Pemkab Bone dalam membangun sektor pariwisata sehat, diantaranya:

1. Pengembangan Desa Wisata.

Pemkab mendorong pembentukan desa wisata berbasis potensi lokal agar desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif, budaya, dan kuliner. Selain membuka lapangan kerja, program ini juga memperkuat identitas lokal. Ini sejalan dengan konsep pariwisata sehat di mana pengembangan pariwisata harus memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.

2. Peningkatan Infrastruktur dan Aksesibilitas. 

Pemerintah Kabupaten Bone menganggarkan untuk perbaikan dan pembangunan jalan menuju destinasi wisata. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas ke berbagai objek wisata. Akses jalan yang baik tidak hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga mendukung perekonomian lokal dengan mempermudah masyarakat memasarkan hasil bumi.

3. Regulasi dan Kebijakan Daerah.

Untuk memastikan terlaksananya tatanan pariwisata sehat, perlu adanya regulasi dan kebijakan daerah yang jelas. Arahan ini mencakup pembuatan peraturan yang mengatur tentang penyelenggaraan kepariwisataan sehat. Perda ini sedang disiapkan untuk menjamin standar kepariwisataan sehat: mulai dari pengelolaan limbah, sanitasi umum, hingga ketentuan keselamatan wisatawan. Regulasi ini menjadi landasan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bekerja sama menciptakan lingkungan pariwisata yang bersih, aman, dan nyaman.

4. Pelibatan Aktif Masyarakat

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menekankan bahwa program Kabupaten Sehat bukanlah sekadar program pemerintah, tetapi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan keterlibatan aktif dari warga sangat krusial dalam menciptakan lingkungan pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. Edukasi, gotong royong, hingga pengelolaan sampah mandiri jadi kunci keberhasilan.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor dan komitmen tinggi dari pemimpin daerah, Bone tak hanya membidik penghargaan formal, tapi lebih dari itu, ingin menjadikan seluruh destinasi wisata sebagai ruang hidup yang sehat dan membahagiakan, Bone bersiap bukan hanya untuk dinilai, tapi untuk menginspirasi. (*/rls)




Komentar

Berita Terkini