JAKARTA,KLIKWARTA.ID — Bukan sekadar membangun kampung, pemerintah kini memperkuat orang-orang yang akan menghidupkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Sebanyak 2.900 nelayan ditempa melalui Pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) yang digelar serentak di 25 KNMP yang tersebar di 16 provinsi, Selasa (3/11/2026).
KNMP Angkue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pelatihan tersebut.
Kegiatan ini digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka HUT ke-27 KKP.
Pelatihan dibuka secara daring oleh Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dari Jakarta, didampingi Sekretaris BPPSDM KP Lilly Aprilya Pregiwati dan Kepala Pusat Pelatihan KP Joni Haryadi.
Radiarta menegaskan, SKN bukan sekadar program untuk mengejar sertifikat bagi nelayan.
Lebih jauh, pelatihan tersebut diarahkan untuk memastikan nelayan memiliki pengetahuan dan kecakapan yang dibutuhkan dalam operasional penangkapan ikan.
“Bukan sekadar memberikan sertifikat,” menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan harus benar-benar diterapkan dalam aktivitas nelayan sehari-hari.
Dengan kecakapan yang semakin baik, nelayan diharapkan mampu menjalankan kegiatan penangkapan ikan secara lebih aman, cakap, dan efektif sekaligus mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di KNMP.
Pelatihan SKN tersebut berlangsung secara luring selama satu hari dengan materi setara 8 jam pelajaran (JP).
Sebanyak 2.900 peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di 25 lokasi dan dikoordinasikan oleh sejumlah UPT BPPSDM KP.
Lokasinya tersebar mulai dari KNMP Lhok Pawoh, Aceh Barat Daya; KNMP Ciwaru, Sukabumi; KNMP Lateng, Banyuwangi; KNMP Banyutowo, Pati; KNMP Angkue, Bone; KNMP Supu, Halmahera Utara; hingga KNMP Samber Binyeri, Biak.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia kelautan dan perikanan agar pembangunan fasilitas KNMP tidak berhenti pada penyediaan sarana dan prasarana.
Fasilitas yang dibangun harus diimbangi dengan SDM yang mampu mengelola dan memanfaatkannya secara optimal.
Ke depan, pelatihan serupa akan diperluas ke seluruh KNMP untuk meningkatkan kapasitas nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Dengan SDM yang semakin kompeten, keberadaan KNMP diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.
KNMP bukan hanya soal fasilitas. Di baliknya, ada nelayan yang harus semakin cakap untuk menggerakkan roda ekonomi pesisir. (*)
Sakti Wahyu Trenggono
#KKPGOID #SaktiWahyuTrenggono #SDMKP #SDMUnggul #PelatihanKP









