—- Tantang 372 Desa Bergerak!
BONE,KLIKWARTA.ID — Dari sekitar 372 desa di Kabupaten Bone, keterlibatan dalam gerakan literasi perlu terus diperluas. Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., mendorong pemerintah desa memperkuat budaya membaca dan mengembangkan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andi Akmal saat menutup Festival Literasi Kabupaten Bone Tahun 2026 di pelataran Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bone, Rabu (28/10/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Oktober 2026, mengusung tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh”. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone itu dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta penghargaan bagi stan literasi terbaik.
Dalam sambutannya, Andi Akmal menegaskan bahwa festival literasi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan membaca, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bone.
“Festival literasi ini diharapkan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Bone yang memiliki pengetahuan, kemampuan membaca, dan keterampilan belajar yang kuat. Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital dan keuangan,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut, yang sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.
Dorong Perpustakaan Desa Jadi Pusat Belajar
Andi Akmal secara khusus menyoroti pentingnya memperluas partisipasi desa dalam Festival Literasi Kabupaten Bone. Dengan jumlah sekitar 372 desa, ia berharap semakin banyak pemerintah desa terlibat aktif dalam penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang.
Ia mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mengembangkan perpustakaan desa sebagai ruang belajar, tempat bertukar pengetahuan, sekaligus sarana menumbuhkan minat baca masyarakat.
Ia mencontohkan Desa Bacu sebagai salah satu desa yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan perpustakaan dan literasi hingga meraih prestasi di tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan literasi di tingkat desa perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap bahan bacaan dan kegiatan pembelajaran.
Selain pemerintah desa, perguruan tinggi dan komunitas literasi juga dinilai memiliki peran strategis. Andi Akmal mengapresiasi keterlibatan kalangan kampus, termasuk IAIN, serta komunitas membaca yang aktif menggerakkan kegiatan literasi di tengah masyarakat.
Wabup AAP berharap dukungan tersebut tidak hanya hadir saat festival berlangsung, tetapi diwujudkan melalui kegiatan berkelanjutan yang mendekatkan masyarakat dengan ilmu pengetahuan.
Ingatkan Bahaya Informasi yang Tak Terverifikasi
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, Andi Akmal mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak menyamakan kebiasaan mengonsumsi konten media sosial dengan budaya membaca dan belajar secara mendalam.
Ia menekankan bahwa membaca merupakan fondasi penting dalam menuntut ilmu. Pesan tersebut juga berkaitan dengan perintah Iqra atau membaca dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, kebiasaan membaca dapat memperluas wawasan, memperkuat pemahaman, serta membentuk pola pikir kritis. Kemampuan tersebut semakin penting agar masyarakat tidak mudah menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Tantangan kita hari ini adalah perubahan digital yang begitu cepat. Anak-anak harus dibiasakan membaca, belajar, dan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya, bukan diterima begitu saja,” tegasnya.
Andi Akmal menambahkan, pembentukan kebiasaan membaca harus dimulai dari lingkungan terdekat. Orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak untuk gemar membaca, berdiskusi, serta berani menyampaikan pendapat secara kritis.
Pembangunan Bukan Hanya Infrastruktur
Lebih jauh, Andi Akmal menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, dan gedung. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama.
Menurutnya, kualitas manusia dibentuk melalui kebiasaan belajar, lingkungan yang mendukung, serta pendampingan orang tua dan guru sejak dini.
“Pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Kita harus menciptakan lingkungan yang membiasakan anak-anak mencintai ilmu pengetahuan, rajin membaca, berdiskusi, dan berani berpikir kritis,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Andi Akmal menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba dan penerima penghargaan stan literasi terbaik. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran peserta dan pengunjung merupakan bagian dari dukungan terhadap penguatan budaya literasi di Kabupaten Bone.
Ia berharap Festival Literasi Kabupaten Bone pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah, melibatkan lebih banyak desa, perguruan tinggi, dan komunitas, serta menghadirkan kegiatan yang semakin berkualitas.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, budaya membaca diharapkan tidak hanya tumbuh selama festival, tetapi juga mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat hingga ke pelosok desa di Kabupaten Bone. (*)

















