-->

Tak Sekadar Sampah! Bank Sampah Manurunge Sulap Karung SPHP Jadi Tas Belanja

—- Dari Karung Beras Jadi Tas Cantik, Bupati Bone Apresiasi Kreativitas Warga Manurunge

BONE,KLIKWARTA.ID — Sampah tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di tangan warga Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang Barat, barang bekas justru disulap menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna.

Kreativitas tersebut mendapat perhatian dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., saat memantau langsung aktivitas Bank Sampah Romansa di Kelurahan Manurunge, Kota Watampone, Sabtu (10/10/2026).

Bank Sampah Romansa merupakan bank sampah swadaya masyarakat yang mendapat pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Bone. Di tempat tersebut, Bupati melihat berbagai hasil kreativitas warga dalam mengolah barang bekas agar kembali memiliki fungsi.

Salah satunya karung beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tidak dibuang begitu saja. Warga mengolahnya menjadi tas belanja yang dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

“Ada bekas karung beras SPHP jadi tas cantik ibu-ibu ke pasar,” kata Andi Asman.

Bupati mengapresiasi kreativitas warga yang mampu melihat peluang dari barang yang selama ini kerap dianggap sebagai sampah.

“Ini kreativitas yang patut kita apresiasi. Barang yang dianggap sampah ternyata masih bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna, bahkan memiliki nilai ekonomi,” ucapnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak semata-mata berkaitan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Jika dikelola secara kreatif, sampah juga dapat menjadi sumber manfaat dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, BupAAS mendorong agar keberadaan bank sampah terus dikembangkan. Masyarakat diharapkan semakin terbiasa memilah sampah, mengolah barang bekas, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.

“Kalau sampah dikelola dengan baik, lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi. Karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Keberadaan Bank Sampah Romansa diharapkan menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Bone. Kreativitas warga tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan dan pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang lebih bernilai. (*)

Komentar

Berita Terkini