BONE,KLIKWARTA.ID — Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bergerak melakukan langkah tanggap darurat untuk menyelamatkan ratusan hektare lahan persawahan yang terancam gagal panen akibat musim kemarau. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekurangan air terhadap tanaman padi sekaligus menekan risiko kerugian petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Langkah penanganan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Tim Satgas Bencana Kekeringan BBWS Pompengan Jeneberang dan Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., di Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Minggu, (11/10/2026).
Tim yang dipimpin Sahirah HR, S.T., M.T., tersebut menemui Wakil Bupati Bone untuk membahas penanganan lahan pertanian terdampak kekeringan, termasuk rencana peninjauan langsung ke lokasi guna mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Sahirah mengatakan, Tim Satgas Bencana Kekeringan BBWS Pompengan Jeneberang aktif bergerak di lapangan untuk menangani dampak musim kemarau yang mengancam sektor pertanian di wilayah Sulawesi Selatan.
“Sebagai bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, tim Satgas menerapkan strategi tanggap darurat untuk menyelamatkan ratusan hektare lahan persawahan yang terancam gagal panen,” katanya.
Menurutnya, langkah tanggap darurat diperlukan untuk mencegah dampak kekeringan meluas dan menyelamatkan lahan pertanian yang masih dapat ditangani.
Tim Satgas juga meminta izin kepada Pemerintah Kabupaten Bone untuk melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak. Kunjungan tersebut bertujuan melihat kondisi lahan secara langsung sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyambut baik langkah BBWS Pompengan Jeneberang dalam menangani dampak kekeringan, terutama yang dirasakan petani.
“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Bone sangat menyambut baik kegiatan ini. Kendala yang dihadapi petani saat ini adalah musim kemarau panjang yang menyebabkan lahan pertanian menjadi kering,” ucapnya.
Andi Akmal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bone mendukung penuh upaya penanganan kekeringan dan siap berkoordinasi dengan BBWS untuk memenuhi kebutuhan di lapangan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
“Jika ada kekurangan atau kebutuhan di lapangan, Pemda Bone siap membantu. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BBWS dalam mengatasi masalah kekeringan, utamanya bagi petani,” tegas Andi Akmal.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Akmal didampingi Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Bone, Nurdin, S.P., M.Si., serta Plt. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bone, Kasdar, S.T., M.Si.
Sinergi antara Pemkab Bone dan BBWS Pompengan Jeneberang diharapkan mampu mempercepat penanganan lahan terdampak, menjaga tanaman yang masih dapat diselamatkan, serta menekan risiko gagal panen akibat kekurangan air selama musim kemarau. (*)




