-->

Jelang Adipura 2026, Bupati Bone Sisir Tiga Kelurahan Pantau Kebersihan Kota


BONE,KLIKWARTA.ID — Persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026 tak hanya dilakukan melalui pembenahan fasilitas dan penataan kota. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., turun langsung menyusuri sejumlah kawasan perkotaan untuk memantau kebersihan lingkungan, Sabtu (10/10/2026).

Di sela-sela olahraga pagi, Bupati Bone menyusuri Kelurahan Manurunge, Macege, dan Masumpu. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kondisi lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan permukiman.

Kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian dalam persiapan menghadapi Adipura 2026. Pemerintah Kabupaten Bone mendorong agar pembenahan tidak hanya berfokus pada kawasan tertentu, tetapi juga mencakup lingkungan permukiman, jalan, dan fasilitas umum.

Bupati Bone menekankan bahwa mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan asri membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan rumah dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, perangkat daerah terkait didorong untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, serta melakukan pembenahan lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan yang menjadi bagian dari persiapan penilaian Adipura.

Persiapan tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada upaya memenuhi kriteria penilaian. Lebih dari itu, momentum Adipura perlu dimanfaatkan untuk membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Tinjau Pekarangan Pangan Lestari

Usai memantau kebersihan lingkungan, Bupati Bone melanjutkan kunjungan dengan meninjau kebun program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Pemanfaatan lahan secara optimal juga berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tertata, dan bermanfaat bagi warga.

Peninjauan tersebut memperlihatkan bahwa penataan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Pekarangan yang dikelola secara produktif tidak hanya memberikan nilai tambah bagi rumah tangga, tetapi juga mendukung terciptanya kawasan permukiman yang lebih asri.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan silaturahmi bersama masyarakat. Pertemuan ini menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi warga, mendengarkan persoalan di lingkungan permukiman, serta memperkuat komunikasi terkait kebutuhan penataan kawasan dan peningkatan pelayanan publik.

Turut mendampingi Bupati Bone dalam kegiatan tersebut, Dandenpom XIV/1 Bone Letkol Cpm Wijaya Ardi, S.H., M.H., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, camat, serta para lurah di wilayah perkotaan.

Pemantauan langsung ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian Adipura 2026. Namun, capaian yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh pembenahan menjelang penilaian, melainkan juga konsistensi menjaga kebersihan setelahnya.

Dengan dukungan pemerintah, perangkat daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, upaya mewujudkan Bone yang bersih, hijau, asri, dan nyaman diharapkan menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar target dalam penilaian Adipura. (*)

Komentar

Berita Terkini