—— Petugas Damkar Terluka, Terkena Kabel
BONE,KLIKWARTA.ID — Kebakaran melanda sebuah rumah panggung milik Ruslan (45), warga Dusun 3, Desa Awolagading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Jumat (21/8/2026) malam. Kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur rumah korban.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.38 WITA. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bone menerima laporan kejadian empat menit kemudian, atau sekitar pukul 22.42 WITA.
Mendapat informasi tersebut, personel Regu 2 UPT Damkar Wilayah Ajangale Posko Sektor Tellu Siattinge langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan satu unit armada penyiram. Penanganan kemudian diperkuat satu unit armada penyiram dari Posko Emergency Center dan satu armada penyiram dari Mako Induk Damkarmat.
Selain armada pemadam, Tim PSC Emergency Center juga mengerahkan satu unit ambulans untuk mendukung penanganan di lokasi. Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polsek Awangpone turut berada di lokasi membantu proses penanganan.
Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Ir. Akbar, bersama Kabid PP Baharuddin, SE., juga turun langsung memantau proses pemadaman.
Menurut Akbar, kesigapan petugas menjadi faktor penting sehingga kobaran api dapat segera dikuasai. Kondisi rumah warga yang berdempetan membuat proses pemadaman harus dilakukan secara cepat untuk mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Dengan kesigapan petugas Damkar yang mengerahkan tiga unit armada, api berhasil dipadamkan pada 10 menit pertama setelah petugas tiba di lokasi,” jelasnya.
Setelah api berhasil dikuasai, petugas melanjutkan proses pendinginan selama kurang lebih 20 menit untuk memastikan tidak ada bara api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Dalam proses penanganan tersebut, seorang petugas Damkarmat bernama Destian SN (31), anggota Peleton 2 Mako Induk Damkar dan Penyelamatan, mengalami luka pada bagian leher akibat terkena kabel telanjang.
Destian langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis PSC Emergency Center yang berada di lokasi. Selanjutnya, ia dibawa ke Puskesmas Paccing untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, Destian diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kerugian materi akibat kebakaran sementara ditaksir sekitar Rp15 juta dan masih dalam pendataan lebih lanjut.
Api dinyatakan padam dan situasi aman terkendali setelah seluruh proses pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan. Personel Damkarmat kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.45 WITA.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Akbar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi yang rawan memicu kebakaran.
Masyarakat diminta memastikan kompor telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah, mencabut atau mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta tidak membiarkan anak-anak bermain dengan api.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak menggunakan stop kontak listrik secara bertumpuk, tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, dan memeriksa instalasi listrik rumah secara berkala.
“Jika memungkinkan, setiap rumah juga diharapkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) minimal ukuran tiga kilogram sebagai langkah awal dalam mengantisipasi kebakaran,” imbaunya.
Sinergi antara petugas Damkarmat, tim medis, TNI, kepolisian, dan masyarakat di lokasi turut mempercepat proses penanganan sehingga kobaran api tidak merambat ke rumah warga lainnya. (*)



