-->

Usung Tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia”. Wabup Bone Buka Kegiatan TPN XIII

BONE,KLIKWARTA.ID —- Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM., menghadiri pembukaan kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Bone yang berlangsung di Aula MAN 2 Bone, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) mengusung tema “Cita-Cita Kolektif, Kewargaan Desa Dunia” yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.


Adapun tema diusung pada kegiatan tersebut mengandung makna sebagai upaya memperkuat peran pendidik dalam membangun pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan masyarakat lokal.

TPN XIII menjadi ruang kolaborasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik baik dalam dunia pendidikan. 

Berbagai agenda disiapkan dalam kegiatan tersebut, meliputi bincang pendidikan yang menghadirkan diskusi mengenai berbagai isu dan perkembangan pendidikan terkini dalam bentuk talkshow, dan kelas pemimpin melalui diskusi panel.

Selain itu, terdapat sesi kelas praktik baik memberikan kesempatan kepada para guru untuk berbagi metode dan strategi pembelajaran yang telah berhasil diterapkan di kelas.

Kegiatan itu juga dimeriahkan dengan Cerdas Cermat Guru, sebuah kompetisi yang dirancang untuk mengasah pengetahuan dan kemampuan para pendidik dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. Tidak hanya itu, peserta juga dapat mengikuti sesi jejaring komunitas sebagai wadah mempererat hubungan antarguru dan komunitas pendidikan guna menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan.

Pelaksanaan TPN XIII Kabupaten Bone mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Guru Belajar, Komunitas Guru Belajar Nusantara, serta mitra pendidikan lainnya. Dukungan tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak bagi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan semakin termotivasi untuk terus belajar, berbagi, dan berinovasi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta mampu menjawab tantangan masa depan. TPN XIII Kabupaten Bone menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir yakni Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bone Rahman, Sekretaris Dinas Pendidikan Bone Abd. Rahman, S.Kom., M.Si., Kepala Seksi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kabupaten Bone Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., Dewan Pendidikan Andi Massapirang, serta perwakilan pendiri Temu Pendidik Nusantara, Erni Marlina.

Ketua panitia, A. Dini Patriani, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan melebihi target awal panitia. Awalnya panitia hanya menyiapkan 100 kuota, namun jumlah pendaftar mencapai 150 peserta.

“Alhamdulillah peserta berasal dari seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA hingga Sekolah Rakyat. Mereka tidak hanya dari Bone, tetapi juga dari Wajo, Makassar, Pinrang, Barru dan Bantaeng,” katanya.

Menurut Dini, tema kegiatan tahun ini mengajak para pendidik untuk membangun kepedulian bersama dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat melalui pendidikan.

“Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Sementara itu dalam sambutan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan spiritualitas yang kuat.

Menurutnya, ada tiga kecerdasan yang harus dibangun secara seimbang dalam dunia pendidikan. Pertama adalah kecerdasan intelektual yang menjadi fondasi kemampuan berpikir, membaca, berhitung, dan menguasai ilmu pengetahuan. Namun, kecerdasan intelektual saja dinilai belum cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kita butuh kecerdasan emosional, bagaimana anak-anak kita memiliki mental yang kuat, menjadi petarung, memiliki karakter yang luar biasa, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tegasnya.

Ia juga menilai pembangunan bangsa harus dimulai dari pondasi pendidikan yang kuat. Karena itu, para guru diharapkan terus meningkatkan kompetensi dan tidak pernah berhenti belajar.

“Tiga hal ini yang harus kita bangun. Karena membangun bangsa tidak hanya soal fisik, tetapi pondasi utamanya adalah membangun jiwa manusia, jangan pernah merasa cukup. Terus belajar sehingga memiliki kompetensi yang semakin baik. Dunia saat ini bergerak begitu cepat dan itu menjadi tantangan bagi kita semua,” katanya lagi.



Lebih lanjut, Wakil Bupati Bone menambahkan pentingnya kecerdasan spiritual atau spiritual quotient. Menurutnya, kemampuan menjaga keseimbangan jiwa, nilai-nilai keagamaan, dan ketahanan mental menjadi bekal penting agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas.

Andi Akmal mengapresiasi Komunitas Guru Belajar yang dinilainya konsisten menghadirkan ruang peningkatan kapasitas bagi para pendidik. Pemerintah Kabupaten Bone, lanjutnya, siap memberikan dukungan terhadap program penguatan kompetensi guru.

Menurutnya, profesi guru merupakan profesi yang sangat mulia karena berperan penting dalam menentukan masa depan anak-anak dan kemajuan daerah.

“Kita bisa seperti sekarang karena jasa para guru. Guru sangat menentukan masa depan anak-anak kita. Kejayaan Bone ke depan juga ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dibangun hari ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Anggota Komisi IV DPR RI itu mengaitkan pembangunan sumber daya manusia dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai penguatan sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing di masa depan.

Pengalamannya selama 10 tahun menjadi anggota DPR RI, khususnya di bidang anggaran, memberikan gambaran mengenai pentingnya alokasi dana pendidikan yang benar-benar fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan guru.

“Kita selalu mendorong agar 20 persen anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk penguatan kualitas pendidikan nasional, termasuk kesejahteraan para guru,” ujarnya.

Dikatakannya, komitmen Pemerintah Kabupaten Bone terhadap kesejahteraan guru, dibuktikan dengan konsistensi pembayaran tunjangan guru selama masa kepemimpinannya bersama Bupati Bone.

“Selama dua tahun lebih ini kami tidak pernah alfa membayar tunjangan guru. Ini komitmen kami, karena jangan pernah main-main dengan kesejahteraan guru. Guru sangat menentukan kualitas pendidikan kita,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Selain pembangunan sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Bone juga terus menggenjot pembangunan fisik. Menurut Andi Akmal, keseimbangan antara pembangunan manusia dan infrastruktur menjadi syarat penting untuk mewujudkan daerah yang maju.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berupaya menuntaskan beban utang daerah yang sebelumnya mencapai ratusan miliar rupiah. Dengan kondisi fiskal yang mulai membaik, Bone menargetkan hadirnya layanan kesehatan gratis yang dapat diakses seluruh masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan hadiah istimewa bagi masyarakat Bone, yaitu pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh warga,” ujarnya.

Wakil Bupati berharap kesejahteraan para guru terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat agar mereka dapat menjalankan tugas pendidikan secara optimal.

Di hadapan para guru, Andi Akmal juga menyampaikan keyakinannya bahwa profesi guru memiliki peluang besar untuk berkiprah dalam berbagai bidang kepemimpinan. Menurutnya, banyak pemimpin daerah yang lahir dari dunia pendidikan karena memiliki pemahaman mendalam tentang pembangunan manusia.

“Jangan berhenti bercita-cita hanya menjadi kepala sekolah. Guru bisa menjadi camat, kepala dinas, bahkan bupati atau gubernur. Yang penting terus belajar dan meningkatkan kompetensi,” pesannya.

Ia menilai kemampuan untuk terus belajar menjadi kebutuhan mutlak di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi dan informasi membuat peserta didik terkadang memiliki akses pengetahuan yang lebih luas dibandingkan para pendidiknya. Karena itu, guru dituntut untuk terus beradaptasi dan memperbarui kompetensi.

Dalam konteks tersebut, Andi Akmal memberikan apresiasi kepada Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten Bone yang dinilainya mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program penguatan kompetensi guru yang dijalankan komunitas tersebut melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Komunitas Guru Belajar Nusantara Bone. Kita akan berdiskusi mengenai bentuk dukungan yang bisa diberikan untuk penguatan kompetensi guru di Kabupaten Bone,” katanya.

Kegiatan Temu Pendidik Nusantara XIII menjadi ruang berbagi praktik baik, inspirasi, dan inovasi pembelajaran bagi para guru di Kabupaten Bone. Melalui forum tersebut, para pendidik diajak untuk terus bertumbuh, berkolaborasi, dan beradaptasi menghadapi tantangan pendidikan di era yang terus berubah.

Di tengah semangat menuju Indonesia Emas 2045, pesan yang dibawa dari TPN XIII Bone terasa jelas: membangun masa depan bangsa harus dimulai dari pendidikan yang mampu menumbuhkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Dari ruang-ruang kelas yang dipenuhi guru pembelajar, harapan tentang generasi unggul Indonesia terus dirawat dan ditumbuhkan. (*/rls)

Komentar

Berita Terkini