BONE, KLIKWARTA.ID — Dalam ajang penjaringan bibit muda dari desa melalui Beramal Cup 1. Pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bone, menggelar pertemuan dengan para pengurus yang berlangsung di Cafe Kopitiam, Jl Jend Sudirman, Senin (3/11/2025).
Pertemuan tersebut dalam suasana hangat penuh semangat kebersamaan para pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bone berkumpul.
Di bawah kepemimpinan H. Rusli, SE, yang juga Kepala Desa Bulu Tana Kecamatan Kajuara, menggelar rapat pemantapan pelaksanaan Apdesi BerAmal Cup 1 — turnamen sepak bola antar kecamatan yang bertujuan mempererat silaturahmi serta menumbuhkan minat olahraga di kalangan pemerintah desa.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir perwakilan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) dari berbagai kecamatan di Bone. Suasana musyawarah penuh kekeluargaan, dibentuklah kepanitiaan lengkap mulai dari ketua, sekretaris, hingga bendahara, serta disepakati skema pembiayaan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan.
“Ini adalah rapat pembentukan panitia pelaksana Apdesi BerAmal Cup I. Semua kecamatan sudah terwakili. Kami ingin kegiatan ini berjalan dengan lancar dan melibatkan seluruh kepala desa,” kata H. Rusli, SE.
Lebih lanjut, Menurutnya, total hadiah yang disiapkan untuk turnamen ini mencapai Rp65 juta. Rinciannya, juara 1 akan menerima Rp20 juta, juara 2 sebesar Rp15 juta, dan juara 3 bersama masing-masing Rp10 juta. Selain itu, penghargaan khusus juga disiapkan bagi pemain terbaik dan top skor, pemain terbaik, penjaga gawang terbaik masing-masing sebesar Rp1,5 juta.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, H. Rusli menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit muda potensial di desa-desa.
“Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan. Dari sini, kita bisa melihat potensi pemain yang kelak bisa dipersiapkan untuk ajang Pekan Olahraga Antar Provinsi (Porprov) 2026, sekaligus mencari talenta sepak bola potensial dari desa,” tegasnya.
Rencana pelaksanaan Apdesi BerAmal Cup 1 ini disambut antusias oleh seluruh perwakilan DPK yang hadir. Dukungan serta semangat kebersamaan antara kepala desa dan perangkat desa menjadi modal utama untuk mewujudkan turnamen yang bukan hanya meriah, tetapi juga bernilai pembinaan bagi generasi muda Bone.
"Turnamen ini diharapkan menjadi ajang yang mempererat solidaritas pemerintah desa sekaligus melahirkan talenta-talenta sepak bola yang membanggakan daerah," harap Rusli.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Risal, SE., SIP, yang juga Kepala Desa Bellu Kecamatan Salomekko, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang langkah lanjutan berupa konsultasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Setelah rapat panitia, kita akan melakukan koordinasi dengan Bapak Bupati Bone bersama DPMD dan Dispora, untuk membicarakan tindak lanjut terkait Apdesi BerAmal Cup. Tujuannya jelas, kami ingin melahirkan bibit-bibit muda yang bisa mewakili setiap kecamatan dan membawa nama Bone ke tingkat lebih tinggi,” ungkap Risal.
Lebih lanjut, Risal menambahkan turnamen ini memiliki aturan khusus yakni setiap kecamatan wajib menurunkan lima pemain berusia 17 tahun, meski hanya tiga orang yang akan bermain di lapangan. Ketentuan tersebut dimaksudkan untuk memastikan adanya regenerasi pemain muda.
"Arahan Bapak Bupati sangat jelas, siapkan generasi muda mulai sekarang. Jadi kami ingin melatih mereka agar kelak menjadi kebanggaan sepak bola Bone,” lanjutnya.
Risal berharap, Apdesi BerAmal Cup I yang rencananya dijadwalkan dibuka pada 1 Desember 2025 dapat menjadi kegiatan berkelanjutan yang terus hidup dari desa untuk Bone.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan kompetisi antar-klub, tetapi antar-perwakilan kecamatan yang merepresentasikan semangat persatuan seluruh lapisan masyarakat. melainkan ajang.
“Tujuan utama kami adalah mempersatukan seluruh kepala desa dan masyarakat Bone lewat olahraga. Kegiatan ini murni dari semangat gotong royong, bukan beban bagi pemerintah daerah,” harapnya
Melalui Apdesi BerAmal Cup I, pemerintah desa di Bone menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang membangun solidaritas, regenerasi, dan kebanggaan daerah. (*/rls)

